TommyDimensions Blog
Formerly NewTramadanur Blog that has been used for schoolworks and fangirling, now i will archiving some interesting Magazine Articles that i found, physically or digitally.
Senin, 29 Januari 2024
Cerpen - Gara-Gara Pitak di Kepala
Selasa, 05 Desember 2023
Coba Yuk - Panjat Dinding Naruto
Dimuat sebagai Rahasia Gambar bisa Memanjat Dinding di bobo.grid.id
Haps! Naruto latihan merayap di dinding yang licin. Ups, Naruto tidak bisa naik jika tanganmu tidak menarik benang. Olala... memangnya Naruto latihan di mana, sih? Hihihi... Naruto latihan di rumahmu. Tepatnya di dinding mainan buatanmu sendiri...
Kita Perlu:
• Papan stirofoam 100 x 20 cm
• Stiker atau gambar Naruto
• Kertas Karton
• Paper Clip
• Push Pin
• Benang kasur atau benang wol sepanjang 2 meter
• Sedotan plastik
Ini Rahasia Membuatnya:
Jumat, 26 Mei 2023
Dear WITCH - Audisi Model
Halo, W.I.T.C.H. perkenalkan, namaku Stefanie. Aku punya sedikit pertanyaan dan tolong dijawab, ya.
1. Kenapa W.I.T.C.H. tidak mengadakan pemilihan model W.I.T.C.H. antara umur 11-17 tahun?
2. Bagaimana kalau majalah W.I.T.C.H. tidak hanya berisi tentang itu-itu saja, tetapi juga tentang artis remaja atau pengalaman artis?
3. Sekian dulu, ya... Jangan lupa menjawab suratku ini... I LOVE W.I.T.C.H.
Stefanie (11th),
Daan Mogot, Jakarta
Halo, Stefani. Usulmu tentang pemilihan model bagus juga. Sayangnya, saat ini rubrik W.I.T.C.H. Trend sedang diistirahatkan. Jadi, untuk sementara, usulmu belum bisa direalisasikan. Sedangkan artikel tentang artis, akan dimuat jika memang diperlukan. Sabar, ya...
W.I.T.C.H. 31, sekitar September/Oktober 2004. Sumber foto:Tokopedia - Tarabirun
Jumat, 10 Februari 2023
Dongeng - Ramai-Ramai Menjual Rambut
Oleh Widya Suwarna (Bobo No.6/XXV)
Di suatu desa tinggallah seorang janda miskin dengan anak gadisnya yang bernama Delima. Delima mempunyai rambut panjang yang indah dan seekor kucing yang bernama Manis. Pekerjaan ibu dan anak itu sehari-hari adalah menerima upah mencuci.
Suatu hari ada pengumuman dari kepala desa. Sebulan lagi Pangeran Wirya akan berziarah ke makam seorang pahlawan dan melewati desa itu pada malam hari. Jadi setiap keluarga diharapkan memasang pelita di depan rumah. Dengan demikian Pangeran Wirya dan rombongan mendapat penerangan yang cukup ketika melintasi desa tersebut.
Wah, banyak warga yang bersungut-sungut.
"Huh, cuma lewat sebentar saja kita harus repot-repot beli pelita dan minyaknya!" kata beberapa orang.
"Desa kita ini desa miskin. Tidak pantas warga dibebani hal seperti itu!" kata yang lain.
Bagaimana dengan Delima dan ibunya?
"Kita tak punya uang banyak. Kita beli saja sebuah pelita dengan sumbu dan minyak!" kata ibu Delima.
"Tidak Ibu. Sebenarnya merupakan suatu kehormatan Pangeran berkenan melintasi desa kita. Aku ingin sekali supaya Pangeran dan rombongan mendapat penerangan yang cukup. Aku akan menjual rambutku dan membeli 10 buah pelita dengan sumbu dan minyaknya!" kata Delima. Kucing Delima, si Manis mengeong-ngeong seolah-olah menyetujui gagasan majikannya.
Ibu Delima memandang anak gadisnya dengan terkejut.
"Rambutmu demikian indah dan panjang. Masakan akan dikorbankan. Kan sayang! Pikirlah dulu baik-baik!" kata ibu Delima.
Namun Delima tetap ingin melaksanakan niatnya. Maka jadilah Delima menjual rambutnya. Uang penjual rambut dibelikan 10 buah pelita dengan sumbu dan minyaknya.
Demikianlah pada hari yang ditentukan lewatlah Pangeran Wirya dan rombongannya. Umumnya penduduk hanya memasang satu atau dua buah pelita di depan rumahnya. Namun, alangkah herannya Pangeran Wirya ketika melintasi gubuk Delima. Gubuk itu kecil dan sangat sederhana. Namun, 10 buah pelita yang bersinar terang terpasang rapi di depan gubuk itu.
"Rumah siapakah ini, Bapak? Mengapa penghuninya memasang 10 buah pelita?" tanya Pangeran Wirya pada Kepala Desa. Dalam hati ia heran, rumah-rumah yang lebih bagus hanya memasang satu atau dua buah pelita. Justru penghuni gubuk buruk ini memasang 10 buah pelita.
"Oh, ini rumah Delima dan ibunya. Mungkin ibu dan anak ini sangat gembira karena Pangeran berkenan lewat di desa ini!" jawab Kepala Desa.
"Kalau begitu, sepulang ziarah aku akan singgah sebentar ke sini!" Pangeran memutuskan.
Benar. Beberapa hari kemudian Pangeran Wirya singgah ke gubuk Delima dan ibunya. Di ruang tamu yang sederhana duduk Pangeran Wirya, Kepala Desa, ibu Delima, dan Delima yang memangku kucingnya, si Manis. Ibu Delima menceritakan bahwa Delima telah mengorbankan rombongan Pangeran. Pangeran sangat terkesan. Kemudian ia mengucapkan terima kasih dan pulang. Ia juga memberikan sejumlah uang pada ibu Delima dan suatu waktu akan mengundang Delima dan ibunya ke istana.
Beberapa bulan kemudian tersiar berita bahwa Pangeran Wirya akan ziarah lagi. Kali ini Pangeran heran karena banyak rumah yang memasang 10 pelita.
"Apa yang terjadi? Mengapa sekarang banyak yang memasang 10 pelita di muka rumahnya?" tanya Pangeran pada Kepala Desa.
"Oh, mereka sudah mendengar kisah Delima. Jadi ada gadis-gadis yang menjual rambutnya dan berharap Pangeran mau singgah ke rumah mereka! Lagi pula tersiar desas-desus bahwa Pangeran akan mengambil istri dari desa ini!" jawab Kepala Desa.
"Kalau begitu, sepulang dari ziarah aku akan singgah ke rumah Bapak dan bertemu dengan semua gadis yang telah mengorbankan rambutnya untuk membeli pelita!" kata Pangeran Wirya.
Demikianlah, sepulang ziarah Pangeran singgah ke rumah Kepala Desa. Di sana ada 11 gadis termasuk Delima yang sudah berdandan secantik-cantiknya. Semuanya berambut pendek. Pangeran memperhatikan. Hanya Delima yang berdandan sederhana, karena ia memang miskin. Yang lain memakai kain kebaya yang baru dan mahal, bahkan banyak yang memakai perhiasan emas berlian. Dalam hati Pangeran merasa geli. Kalau orang tua gadis-gadis itu berada, untuk apa mereka menjual rambutnya demi membeli pelita dan minyak?
Lalu Pangeran berkata, "Saya berterima kasih pada kalian yang telah mengorbankan rambut untuk membeli pelita. Mengenai desas-desus sekarang saya bingung karena ternyata ada 11 orang gadis yang baik hati, sedangkan saya hanya ingin memiliki seorang istri!"
"Kalau begitu, silakan Pangeran pilih mana yang berkenan di hati!" kata Kepala Desa.
Pangeran Wirya menggeleng.Rabu, 14 Desember 2022
Cerpen - Kasus Nama
Kamis, 01 Desember 2022
Cerpen - Paparazzi Kampung
Selasa, 29 November 2022
Kotak Pos 313 - Nama-Nama Tokoh
Dear, Donal Bebek,
Sangat menyenangkan saya bisa ikut berbagi cerita di ADB sekalipun saya telah berusia 41 tahun (di 2012).
Ada satu hal yang dari dulu menarik perhatian saya di ADB yaitu nama-nama tokoh dalam cerita ADB dengan meniru nama tokoh, aktor, ataupun profesi yang dilainkan sedikit (menurut saya lho, karena namanya sangat mirip). Saya memberikan pujian untuk tim redaksi ADB, terutama tim kreatifnya. Mereka sangat kreatif dalam memberikan nama pada tokoh-tokoh cerita Donal Bebek, contohnya sebagai berikut:
- Indiana Joni (gubahan dari film Indiana Jones), ADB 1233, hal. 4
- Cak Nuris (gubahan dari nama aktor Chuck Norris), ADB 1532, hal. 23
- Kano Nano (gubahan dari nama aktor Rano Karno), ADB 880, hal. 19
- Zan Tarazan (gubahan dari nama aktor Tarzan "Srimulat"), ADB 880, hal. 19
- Vinsen van Dong (gubahan dari nama pelukis Vincent van Gogh), ADB 786, hal. 3
- Dudi Kabuseh (gubahan dari nama mentalist Deddy Corbuzier), ADB 1541, hal. 3
- James Bondol (gubahan dari film James Bond), ADB 1553, hal. 41
- Philo T. Elis (profesi kolektor perangko), ADB 1540, hal. 11
- Dr. Jiwani (profesi psikiater), ADB 1180, hal. 4
- Dr. Insomnia (profesi dokter), ADB 1550, hal. 14
- Penerbit Gramekita (gubahan dari Penerbit Gramedia), ADB 880, hal. 6











